Tampilkan postingan dengan label BERITA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERITA. Tampilkan semua postingan

Pemain Persib Mulai Dirayu Bandung FC

Tidak bisa dipungkiri, Persib Bandung menjadi skuad yang bertabur pemain berkualitas. Selain mendatangkan pemain bintang di awal kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim ini, para punggawa Persib memiliki talenta yang memiliki kemampuan diatas rata-rata. Jeda kompetisi juga menjadi ajang perburuan tim lain yang menawarkan tinggalkan Persib musim depan. Siapakah pemain Maung Bandung yang dibidik?
Nama Gilang Angga Kusumah masuk dalam radar salah satu kontestan Liga Primer Indonesia (LPI) Bandung FC. Bek Persib tersebut disebut-sebut dinginkan manajemen Bandung FC dimana saat ini ditangani CEO Mohammad Kusnaeni.
Dikabarkan, pada putaran kedua LPI, Bandung FC mencanangkan program local hero alias akan berkekuatan para pemain asal Bandung. Konsep Bandung FC dimaksudkan sebagai penerapan sistem manajemen sepakbola modern sekaligus mengefektifkan kondisi tim di masa mendatang.
Konon manajemen mengklaim, ada sekitar empat pemain asal Bandung yang siap merapat yang mayortitas berasal dari klub-klub ISL maupun Divisi Utama diantaranya dari Persijap, Mitra Kukar, Persiba Balikpapan dan Persikabo Kab. Bogor. Bahkan, terbersit kabar dua pemain asal Persib dan beberapa pemain asal Persib U-21 ancang-ancang meloncat menjadi punggawa Bandung FC.
“Kita senang saja jika banyak pemain asal Bandung yang ingin bergabung. Memang, kita sedang membuat konsep pengelolaan manajemen sepakbola modern dan profesional dengan kehadiran para pemain asli Bandung. Sistem apa yang akan kita terapkan lihat saja nanti,” kata Muhammad Kusnaeni melalaui situs resmi klub belakangan ini.
Sementara itu, rencana perekrutan pemain baru sedang diproses dan digodok secara matang. Manajemen BFC berharap, banyaknya para pemain asal Bandung akan menjadikan Laskar Siliwangi – julukan Bandung FC – semakin dekat dengan masyarakatnya karena para pemain tersebut memang taka sing bagi penikmat sepakbola di Bandung.
Bandung FC selama ini memang dikenal sebagai tim yang banyak mencomot pemain eks Persib Bandung. Sebut saja pemain yang bersinar di Persib di akhir 2000-an Yaris Riyadi yang selalu jadi kepercayaan tim. Bahkan, saat LPI masih bergulir beberapa pertandingan, mantan pemain belakang Persib Aji Nurpijal juga ikut bergabung bersama tim yang kini ditangani pelatih caretaker Budiman.
Sejauh ini pun, sebelumnya mantan pelatih Persib Nandar Iskandar di awal musim sempat menjadi juru taktik bagi Yaris Riyadi cs. Namun akhirnya mantan Arsitek Persib saat meraih juara Kompetisi Perserikatan 1986 akhirnya harus dicopot di pertengahan paruh musim.
Sementara itu, Gilang sendiri saat ini masih bersama tim Persib untuk mengikuti laga uji coba menghadapi PS Bangka di Stadion Orom, Sungai Liat Propinsi Bangka Belitung hari ini. (23/06/2011)

Pelatih Baru Bandung FC akan Dikontrak Setelah Kongres PSSI

Tak hanya masa libur pemain saja yang diperpanjang, belum terbentuknya kepengurusan PSSI yang baru juga membuat perekrutan pelatih baru bagi Bandung FC menjadi terhambat.
"Kami sudah melakukan pendekatan dengan calon pelatih baru, namun belum bisa kita lakukan perjanjian kerjasama, karena kan putaran kedua belum jelas. Itu penting untuk perjanjian berapa lama dia dikontrak nanti," ujar Manajer Bandung FC M Kusnaeni saat dihubungi detikbandung melalui telepon, Kamis (2/6/2011).
Ketika disinggung siapa pelatih yang akan direkrut, Bung Kus, panggilan akrab Kusnaeni enggan membeberkannya.
"Yang pasti kami mencari pelatih sesuai persyaratan yang telah kami tentukan,memiliki lisensi A AFC, berasal dari Jabar dan pernah punya penga laman di Bandung baik sebagai pelatih ataupun pemain," katanya.
Tak hanya itu, dari segi usia juga tak terlalu jauh dengan pelatih sementara sekarang yaitu Budiman. "Itu biar enggak ada gap komunikasi ataupun gap pengetahuan. Kami inginkan pelatih yang masih muda," katanya.
Sulitkah mencari pelatih dengan kriteria tersebut? "Enggak, ada kok orangnya. Sekarang belum saya ungkap ya, tunggu kongres PSSI dulu saja," elaknya. (02/06/2011)

Kalah, Bandung FC Salahkan Wasit

Pelatih Bandung FC Budiman Yunus memastikan kekalahan 2-0 dari tuan rumah Atjeh United karena pemainnya merasa tertekan setelah kebobolan di menit-menit awal pertandingan. “Setelah terjadinya gol dimenit awal, pemain kami merasa tertekan,” kata pelatih Bandung FC, Budiman Yunus kepada wartawan, saat temu pers usai pertandingan sore tadi.
Budiman menambahkan, setelah pemainnya tinggal 10 orang karena salah satunya terkena kartu merah, para pemain merasa terbebani. Selain itu, Yunus juga menyalahkan kepemimpinan wasit Alexander Velickavic.“Kami sangat kecewa dengan kepemimpinan wasit yang kurang tegas,” ungkapnya.
Walaupun hasil yang diraih Laskar Siliwangi tidak maksimal, Yunus bangga dengan penampilan anak asuhnya hari ini. “Saya senang dengan penampilan permainan yang diberikan dan semangat juang yang ditunjukkan pemain kami,” ujarnya.
Sementara, kemenangan yang diraih tuan rumah membuat Pelatih Atjeh United, Lionel Carbonnier merasa bangga, “walaupun permainan tidak terlalu cantik, karena ada beberapa pemain yang tidak bisa diturunkan, namun saya senang di awal pertandingan bisa mencetak gol,” katanya
Pada laga tadi, wasit asal Mecedonia mengeluarkan 10 kartu kuning: enam untuk Atjeh United dan  empat lagi ditambah satu kartu merah untuk Bandung. (16/4/2011)

Atjeh United Tundukkan Bandung FC 2-0

Atjeh United kembali meraup poin penuh di kandang setelah mengalahkan Bandung FC 2-0 (1-0) dalam laga lanjutan kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Aceh, Sabtu (16/4/2011).
Laga berlangsung keras, ditandai keluarnya 10 kartu kuning, masing-masing 6 untuk Atjeh United dan 4 untuk Bandung FC. Wasit juga mengeluarkan 1 kartu merah untuk pemain Bandung FC, Yudho Prasetyo.
Begitu babak pertama dimulai, Bandung FC langsung menggebrak pertahanan Atjeh United. Mengandalkan tusukan dari lini tengah lewat pemain gelandang, Kim Sang Duk dan Agustiono, mereka mencoba menciptakan peluang langsung ke jantung pertahanan Atjeh United yang tanpa diperkuat bek andalannya, Piere Njangka.
Pada menit ke-2, berawal dari kegagalan serangan Bandung FC, Atjeh United menyerang balik melalui sayap kanan. Bola kemudian mengarah kepada duet penyerang, Alain Nkong dan Andhika Yudistira. Kerja sama dua pemain itu nyaris membuahkan gol. Sayang, tendangan Andika masih dapat diantisipasi pemain belakang Bandung FC.
Namun, setelah momen tersebut pemain belakang Bandung FC membuat blunder. Bek kiri "Laskar Siliwangi", Yudho Prasetyo, kurang sigap mengontrol umpan dari rekannya. Bola dapat direbut pemain sayap Atjeh United, Yossi AP, yang langsung menggiring bola ke kotak penalti. Yudho lalu menjatuhkan Yossi. Wasit asal Macedonia, Alexandar Felixcovic, memberikan hadian penalti untuk Atjeh United, dan Yudho diganjar kartu kuning.
Alain Nkong yang dipercaya menjadi algojo penalti sukses menyarangkan bola ke gawang Bandung FC yang dikawal kiper senior, Kurnia Sandy. Skor pun menjadi 1-0 untuk Atjeh United.
Ketinggalan, Bandung FC mencoba merangkai serangan. Namun, upaya mereka kandas oleh ketatnya penjagaan para pemain Atjeh United.
Atjeh United bertahan. Mereka lebih sering tertekan. Pelatih Atjeh United, Lionel Carbonnier yang semula menerapkan 4-4-2, beralih ke pola 4-5-1, dengan hanya menyisakan satu striker di depan.
Pada menit ke-6, malapetaka bagi Bandung FC terjadi. Yudho Prasetyo kembali diganjar kartu kuning akibat menjegal Yossi. Kartu merah pun melayang untuknya dan harus keluar.
Ketinggalan jumlah pemain, serangan Bandung FC agak mengendur. Namun, kondisi tersebut tak dapat dimanfaatkan Atjeh United untuk memperbesar keunggulan. Laga cenderung monoton. Pemain kedua kesebelasan lebih sering saling langgar. Hingga babak pertama usai, skor tetap 1-0.
Pada babak kedua, Bandung FC lebih agresif. Ketinggalan jumlah pemain tak membuat mereka bertahan. Sebaliknya, Atjeh United justru mengandalkan serangan balik.
Pada menit ke-61, berawal dari serangan balik, Alain Nkong mengirimkan umpan matang ke arah pemain sayap Atjeh United asal Korea Selatan, Yum Dong Jin. Yum sukses menceploskan bola ke sudut kiri gawang Kurnia Sandy. Skor pun berubah menjadi 2-0.
Setelah gol kedua tersebut, permainan kembali berlangsung monoton. Pelanggaran keras masih sering terjadi. Hingga laga usai, skor bertahan 2-0 untuk Atjeh United.
Usai laga, Pelatih Bandung FC, Budiman, mengaku kecewa dengan kepemimpinan wasit. Menurut dia, wasit kurang banyak bergerak sehingga tak dapat mengamati pelanggaran demi pelanggaran dengan baik. "Ada keputusan yang menurut kami kurang tepat saat babak pertama akan usai. Pemain kami dilanggar. Tapi, kami tak diberi tendangan bebas," keluhnya.
Mengenai kekalahan timnya, Budiman mengatakan, hal itu terjadi karena Bandung FC ketinggalan bahkan kehilangan satu pemain sejak menit awal. "Namun, saya salut dengan perjuangan para pemain," kata dia.
Pelatih Atjeh United, Lionel Carbonnier, mengakui timnya tak bermain cantik di laga ini. Hal ini karena banyak pemain inti yang tak bisa bermain karena berbagai sebab. Namun, dia senang dengan kondisi seperti itu timnya masih mampu menang. "Secara teknik kami masih kurang, tapi mental para pemain sangat bagus," tandas dia. (16/4/2011)

-kompas-

Bandung FC Jaga Tren Positif

Cedera menghantui Bandung FC dan Bintang Medang, dalam lanjutan kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI), di Stadion Mashud, Kuningan, Jawa Barat, Sabtu (9/4). Tren positif kemenangan, menjadi suntikan spirit tersendiri buat tuan rumah.

“Semua pihak sudah siap tempur. Poin tiga adalah target utama. Selain itu, kemenangan melawan Cendrawasih Papua pekan lalu, menjadi tambahan percaya diri kami,” ujar CEO Bandung FC, Mohamad Koesnaeni.
Koesnaeni mengatakan, skuadnya diprediksi bakal mendapat dukungan besar dari warga Kuningan. Kuniangan bisa dibilang kandang kedua buat kami. Masyarakat Kuningan juga sudah sangat menantikan kehadiran Bandung FC. Kami sudah bicara dengan bupati Kuningan, animo penonton di sini juga cukup besar.
“Kuningan maupun Siliwangi, Bandung, sebetulnya sama besarnya. Hanya saja, stadion di Kuningan agak kecil sehingga kelihatan penonton lebih banyak. Laga di Kuningan digelar karena pada waktu bersamaan ada pertandingan di Siliwangi,” ungkap mantan wartawan ini.
Menyoal kekuatan tim, Bung Kus menjelaskan, pemain bintang Lee Hendrie dalam keadaan kurang fit. Kemungkinan eks pemain Aston Villa itu tak diturunkan. “Kalaupun diturunkan, dia tak bisa main 90 menit. Cedera hamstring Lee belum pulih benar.”
“Sebagai gantinya, pelatih Budiman Yunus sudah mempersiapkan dua penyerang lokal. Mereka adalah Rinto Hermawan dan Beni Kunkun. Dua bomber lokal kami dalam beberapa pertandingan terakhir malah lebih tajam,” pungkas Bung Kus.
Di kubu lawan, Pelatih Bintang Medan, Michael  Feichtenbeiner menilai kendati Bandung FC baru menang dua kali, namun kepercayaan diri mereka sedang bangkit. “Bandung semakin percaya diri, kami harus hati-hati. Apalagi, kami tak diperkuat tiga pilar asing akibat cedera -Amine Kamoun, Gustavo Beiro Gramaco Ribeiro, dan  An Hyo Yoen-.”
Michael sempat menyaksikan penampilan Bandung FC di televisi. “Saya terkejut dengan penampilan mereka. Tapi, target kami tetap memenangkan pertandingan ini. Kami telah fokus pada performa kami,” pungkas pelatih asal Jerman itu. (8/4/2011)

Cendrawasih Papua vs Bandung FC: Hindari Juru Kunci

Dua tim yang sama-sama menghuni papan bawah klasemen sementara Liga Primer Indonesia (LPI) akan bertarung di Stadion Mandala, Jayapura, Sabtu (2/4/2011). Menghadapi Bandung FC, Cendrawasih Papua akan menurunkan lima pemain asingnya.
Selama ini, tim di ujung paling Timur Indonesia itu biasanya hanya menurunkan dua-tiga pemain asing. Dengan skema 4-3-3, tuan rumah akan menurunkan tiga penyerang sekaligus. Mereka adalah Joe Aroy di kiri, Marcio Francisco da Silva alias Bambu di tengah, dan Yulianus Goo di kanan.
"Kalau Bambu bisa pulih 100 persen, dia akan diturunkan lawan Bandung FC," ujar Asisten Pelatih Cendrawasih Papua, Noah Mariam. Bambu sempat mengalami cedera, karena kakinya menabrak tiang gawang saat menghadapi Persema, beberapa waktu lalu.
Noah Mariam juga mengungkapkan, beberapa materi pemain asing Bandung FC cukup berpengalaman.
"Meski mereka di bawah kami, namun materi pemain asingnya cukup bagus," ujar Noah Mariam.
Pemain asing Bandung FC, di antaranya Nurall Ndubuisi (belakang), Lee Hendrie (tengah), Kim Sang Duk (tengah), Javad Moradi (tengah), dan Perry N. Somah (depan).
"Mereka punya pengalaman jam terbang yang tinggi," kata Noah Mariam, mantan pemain timnas itu.
Untuk menghadapi pemain asing Bandung FC, terutama yang bermain di sektor depan, Noah telah menugaskan Frederik Agius. Pemain asal Australia itu selama ini berperan sebagai libero Cendrawasih Papua.
Sedangkan Bandung FC lebih realistis menghadapi laga ini. CEO Bandung FC, M. Koesnaeni mengatakan memang bertekad untuk membawa pulang poin dari Stadion Mandala.
"Namun, menghadapi Cendrawasih Papua kami kurang maksimal," ujar Koenaeni, pria berkacamata yang sering dipanggil Bung Kus itu.
Pemain bintangnya, Lee Hendrie, mengalami cedera hamstring. Sedangkan Perry N. Somah terkena akumulasi kartu kuning sehingga dia harus duduk di bangku penonton. Dengan demikian, daya dobrak Bandung FC akan sangat berkurang.
Absennya dua pemain pilar Bandung FC itu akan benar-benar dimanfaatkan oleh tim tuan rumah. Noah Meriem mengaku akan berusaha memanfaatkan celah kekurangan lawannya itu.
"Kita sudah tahu karakter bermain mereka. Tinggal bagaimana kami akan menerapkannya di lapangan nanti," jelas Koesnaeni.
Sedangkan M. Koesnaeni mengungkapkan, tiadanya dua pemain utama itu membuat dirinya harus berhitung ulang untuk memetik poin penuh.
"Kalau turun full team, kami yakin bisa menang. Minimal bisa mengatasi Cendrawasih Papua di kandangnya. Tapi, untuk saat ini, kami lebih memilih realistis saja," kata Koesnaeni. (31/3/2011)

Lawan Cendrawasih Papua, Bandung FC Siap Tampil Menyerang

Bandung FC akan dijamu Cendrawasih Papua di Stadion Mandala, Papua, Sabtu (2/4/2011), dalam lanjutan Liga Primer Indonesia (LPI). Skuad 'Laskar Siliwangi' pun siap tampil menyerang meski bertindak sebagai tim tamu.
"Dalam sepakbola, pertahanan terbaik adalah menyerang. Kita akan lakukan itu di Papua nanti," terang asisten pelatih Bandung FC Albert dalam konferensi pers di Sekretariat Bandung FC, Jalan Sidoluhur 27, Rabu (30/3/2011).
Meski tidak didukung beberapa nama, di antaranya Lee Hendrie dan Perry N'Somah, permainan menyerang tetap bakal dilakukan. Permainan kolektif Yaris Riyadi dan kawan-kawan diharapkan mampu mewujudkan ambisi Bandung FC meraih poin.
"Kita optimis curi poin. Intinya nanti ketika menyerang, semua menyerang. Dan ketika bertahan, semua pemain akan ikut bertahan. Istilahnya total football," jelas Albert.
Selain mengandalkan tiga pemain asing, masing-masing Javad Moradi, Kim Sang Duk, dan Michel Ndubuisi, 'Laskar Siliwangi' bakal mengandalkan para pemain lokal sebagai pengganti dua pemain asing yang absen.
Sementara itu, Javad Moradi mengaku optimis timnya bakal memenangkan pertandingan. "Saya harap Bandung FC bisa menang di pertandingan nanti," tegas Javad di tempat yang sama. (30/3/2011)

Berikut 16 pemain Bandung FC yang diboyong ke Papua:
  • Ripi Nugraha
  • Cecep Cahyana
  • Nuralim
  • Michel Ndubuisi
  • William Oufa
  • Aji Nurpijal
  • Egi Nirwan
  • M Taufan
  • Asep Mulyana
  • Javad Moradi
  • Yaris Riyadi
  • Nur Ichsan
  • Kim Sang Duk
  • Rintho
  • Arman
  • Beni Kunkun

Lee Hendrie dan Perry N'Somah Absen di Papua

Gelandang andalan Bandung FC Lee Hendrie dipastikan absen saat timnya bertandang ke Papua untuk melawan Cendrawasih Papua, di Stadion Mandala, Sabtu (2/4/2011).
Hal itu karena kondisi Lee masih kelelahan usai perjalanan jauh dari negara asalnya, beberapa waktu lalu. Selain itu, striker Perry N'Somah juga absen akibat hukuman kartu merah di pertandingan melawan Bali Devata beberapa waktu lalu.
"Kita kehilangan dua pemain penting di laga nanti, Lee Hendrie dan Perry harus absen bertanding," jelas Asisten Manajer Bandung FC Fajar Syahaban dalam konferensi pers di Sekretariat Bandung FC, Jalan Sidoluhur 27, Rabu (30/3/2011).
Bandung FC pun sempat menyiapkan beberapa nama untuk menggantikan posisi dua pemain itu. Namun, calon penggantinya yakni Deden Hermawan dan Asep Gunawan juga mengalami cedera saat sesi latihan persiapan menuju Papua.
"Deden sama Asep juga cedera dan tidak kita bawa ke sana," ungkapnya. Antisipasinya, pemain lain pun sudah disiapkan untuk menggantikan peran dua pemain di posisi sentral tersebut.
Meski kekuatannya pincang, Ajay, sapaan akrabnya, mengaku optimis bisa mencuri poin di Papua. Minimal, satu poin bisa dibawa sebagai oleh-oleh ke Bandung.
"Kita optimis dan berharap bisa curi poin. Kita sama-sama tim papan bawah," tegasnya. (30/3/2011)

Budiman Jabat Pelatih Bandung FC Hingga Putaran Pertama

Budiman Yunus ditunjuk mengarsiteki Bandung FC usai diputusnya Nandar Iskandar sebagai pelatih kepala. Posisinya bakal dipertahankan hingga putaran pertama Liga Primer Indonesia (LPI) selesai.
"Sejauh ini, kemungkinan Budiman akan dipertahankan sampai putaran pertama selesai," ungkap Asisten Manajer Bandung FC Fajar Syahbana kepada detikbandung di Sekretariat Bandung FC, Jalan Sidoluhur, Selasa (29/3/2011).
Alasannya, kata dia, hingga kini manajemen belum menemukan figur yang tepat untuk melatih Lee Hendrie dan kawan-kawan. "Tapi sampai sekarang kita terus cari pelatih yang cocok," kata Ajay, sapaan akrabnya.
Selain itu, kendala dalam menentukan pelatih adalah sulitnya mencari pelatih berlisensi A, minimal lisensi A PSSI. Dan hadirnya pelatih baru, tidak menjamin tim bisa berubah jadi lebih baik.
"Pelatih baru belum tentu bisa mengangkat performa tim. Karena kalau sekarang, dia harus bisa mengolah pemain-pemain yang sudah ada. Pemain yang ada sekarang kan pemain pilihan Pak Nandar," terangnya.
Ajay mengatakan, jika pelatih kepala didatangkan saat jeda kompetisi putaran pertama, yang bersangkutan juga bisa merombak tim secara keseluruhan.
"Setelah putaran pertama berakhir, baru kita lakukan pembenahan-pembenahan total yang dianggap lemah selama di putaran pertama ini," jelas Ajay.
Ia menambahkan, Budiman akan kembali jadi asisten pelatih setelah manajemen menunjuk pelatih kepala nanti. (29/3/2011)

Manajemen Bandung FC Putus Kontrak Nandar Iskandar

Setelah cukup lama diistirahatkan sebagai pelatih kepala, manajemen Bandung FC kemudian mengakhiri kontrak Nandar Iskandar. Pemutusan kontrak secara resmi dilakukan kemarin dalam sebuah pertemuan yang dihadiri Nandar serta manajemen 'Laskar Siliwangi'.
"Kita sudah lakukan terminasi kontrak. Dan secara resmi Pak Nandar sudah tidak jadi bagian Bandung FC sejak kemarin," ujar Asisten Manajer Bandung FC Fajar Syahbana kepada detikbandung di Sekretariat Bandung FC, Jalan Sidoluhur 27, Selasa (29/3/2011).
Ajay, panggilan akrabnya, mengatakan kedua belah pihak setuju dengan adanya pemutusan kontrak. Sebab, Nandar menolak tawaran manajemen agar dirinya menjadi penasehat tim atau pelatih Bandung FC U-21 yang akan dibentuk ke depan.
"Kita semuanya sepakat. Langkah yang diambil dianggap terbaik bagi semuanya. Baik buat Pak Nandar, baik buat manajemen dan tim juga," jelas Ajay.
Sebelum diputus kontrak, Nandar sempat diistirahatkan manajemen pasca kekalahan 0-5 dari Bogor Raya FC dalam ajang Liga Primer Indonesia (LPI), beberapa waktu lalu. Di bawah kepeminpinan Nandar, Bandung FC tak mampu meraih sekalipun kemenangan.
Satu-satunya hasil yang diraih adalah imbang saat menjamu PSM Makassar. Dengan raihan hasil buruk itu, posisinya sementara digantikan asisten pelatih Budiman dan asisten pelatih penjaga gawang Agus Atha. (29/3/2011)

Nandar Tolak Jabatan Direktur Teknik Bandung FC U-21

Sebelum kontraknya sebagai pelatih Bandung FC diputus, Nandar Iskandar sempat ditawari manajemen jadi direktur teknik atau penasehat tim dan pelatih Bandung FC U-21. Namun, khusus di posisi direktur teknik, Nandar menolak jabatan itu.
"Beliau bilang belum berpengalaman kalau jadi direktur teknik. Style dia memang pelatih kepala," ujar Asisten Manajer Bandung FC Fajar Syahbana saat ditemui di Sekretariat Bandung FC, Jalan Sidoluhur 27, Selasa (29/3/2011).
Dengan alasan tersebut, tidak ada titik temu antara kedua belah pihak. Nandar juga menolak jadi pelatih Bandung U-21 yang rencananya bakal dibentuk ke depan.
"Ada ketidaksepakatan itu akhirnya kita ambil jalan tengah," kata Ajay, sapaan akrabnya.
Meski kontraknya berakhir, namun Nandar akan menerima haknya sebagai pelatih hingga putaran pertama Liga Primer Indonesia (LPI) tuntas.
"Hak beliau kita berikan sampai putaran pertama beres. Mudah-mudahan ini yang terbaik buat kita semua," jelas Ajay. (29/3/2011)

Hendrie Happy Plying His Trade at the Bottom of Indonesia's Illegal League

Lee Hendrie mengakui ia membutuhkan waktu untuk membiasakan hidup di Bandung

Lee Hendrie bisa saja bermain di Wembley musim ini, namun sebaliknya mantan pemain tengah Aston Villa ini memilih untuk bermain di klub papan bawah di liga ilegal yang berjarak ribuan mil di Indonesia.
Pemain-pemain Inggris sangat jarang yang bermain di luar negeri, hanya ada beberapa yang melakukan hal itu seperti David Beckham dan Robbie Fowler, mereka cenderung pergi ke tempat-tempat yang dimana mereka senang untuk berlibur. Lee Hendrie, bagaimanapun, telah berani pergi ke tempat di mana tidak ada pemain Inggris yang bermain sebelumnya.
Lee Hendrie, 33 tahun, sempat masuk skuad nasional Inggris dan membuat debut pada tahun 1998. tetapi dianggap tidak memiliki dedikasi untuk maju dengan bakat yang ia miliki, dan karirnya menurun dengan cepat setelah tidak mendapat jatah bermain teratur di Aston Villa selama enam musim terakhir. Setelah dilepas oleh Bradford City pada Januari lalu, dan sempat bermain untuk beberapa klub, lalu munculah tawaran dari tim non liga, Mansfiled, yang akan bermain di Stadion Wembley bulan Mei ini di Piala FA. 
Namun, lalu datang tawaran dari Indonesia. Lee Hendrie yang hanya bermain selama 13 menit untuk tim nasional Inggris, namun hal itu cukup untuk memastikan namanya sebagai seorang pemain internasional Inggris. Pemilik Bandung FC, membutuhkan seorang pemain bintang untuk bermain di Liga Primer Indonesia.
Tanpa disadari, ternyata Lee Hendrie berada di barisan depan dari sebuah revolusi sepakbola. Indonesia merupakan "ikan kecil" sepakbola. Tim nasional nya berada di peringkat 129 versi FIFA, dan mereka kalah di satu-satunya pertandingan Piala Dunia 6-0, ketika mereka muncul sebagai Hindia Belanda di Piala Dunia 1938. Namun, negara ini adalah penggila sepakbola. Pada setiap akhir pekan, penggemar sepakbola dapat menikmati tayangan Liga Inggris, Jerman, Italia dan Spanyol dan juga liga lokal. Setiap minggunya, beberapa majalah dan tabloid khusus untuk penggemar sepakbola memberikan informasi, sementara televisi mengulas gosip-gosip terbaru sepakbola di Eropa.
Dengan semangat di tengah populasi penduduk sekitar 238 juta jiwa, merupakan negara keempat terpadat di dunia, jelas memiliki potensi, namun telah salah urus internal dan menghambat perkembangannya. Pengaturan pertandingan, korupsi, dan perselisihan kontrak yang diduga marak dalam permainan domestik. Ketua PSSI, Nurdin Halid, bahkan telah menjalankan organisasi dari penjara. Mantan pemain Aston Villa yang lain, Peter Withe, yang menangani tim nasional Indonesia pada tahun 2004-2007, bahkan harus mengunjungi penjara untuk mengadakan pertemuan dengan Nurdin Halid.
Situasi ini telah memunculkan Liga Primer Indonesia, liga yang memisahkan diri dan didirikan oleh taipan minyak di mana Hendrie bermain. PSSI telah mengancam hukuman termasuk deportasi pemain asing. Tetapi pemerintah memberikan dukungan bahwa tidak akan terjadi deportasi, walaupun hal tersebut beresiko terhadap Lee Hendrie juga, pemain paling terkenal yang direkrut, dan semua orang yang terlibat akan dihukum oleh FIFA.

Namun ini bukan menjadi kekhawatiran Lee Hendrie, ketika The Independent menemuinya setelah pertandingan baru-baru ini. Dia tidak terlalu banyak tahu apa yang terjadi di balik semua ini. "Saya telah berbicara kepada orang-orang penting di Liga dan mereka mengatakan rencana mereka, tapi saya tidak tahu terlalu banyak tentang hal itu," ujar Lee Hendrie.
 
Lee Hendrie malah tampak khawatir dengan kondisi bermain. "Sulit beradaptasi dengan lapangan," katanya setelah kekalahan dari Batavia Union. "Permukaan lapang tidak baik, kakiku semuanya melepuh, bola bounce di mana-mana. Disekitar kotak penalti aku akan melakukan shooting karena bola akan mamantul di atas kiper. Itu sulit tapi saya tidak keberatan." ujar Hendrie. 
Indonesia berbeda dengan Midlands Inggris, di mana Lee Hendrie menghabiskan sebagian karirnya. Sebuah kepulauan yang luas dan memiliki lebih dari 17.000 pulau dan tiga zona waktu. Dan yang paling terkenal di Inggris adalah pulau Bali, yang memiliki tim Bali Devata yang akan dihadapi Lee Hendrie besok. 
Kota Bandung yang jauh, merupakan kota budaya yang merupakan tujuan wisata yang indah. Didirikan oleh Belanda untuk menjadi daerah perkebunan teh dan telah menjadi kota penting dengan dua juta penduduknya. Sepakbola di kota ini sangat bergairah dengan hadirnya tim "resmi" Persib, yang dianggap mewakili daerah yang memiliki bahasa sendiri ini.
"Ini sedikit berbeda," ujar Hendrie. "Saya tidak tahu apa-apa tentang hal itu dan terkejut ketika pertama kali datang ke sini, tapi orang -orang telah sangat baik kepada saya. Saya berfikir jika hal itu tidak terjadi mungkin saya sudah pulang. Tapi orang-orang di sekitar tempat tinggal ku telah memperlakukan aku dengan baik.

Hal ini membantunya untuk mengenal sepakbola Indonesia. Dimulai dengan serangkaian pertandingan kandang, ditambah derby lokal. Hendrie akan segera memahami dengan laga tandang di pulau-pulau yang jauh yang akan memperkenalkan dia kegembiraan untuk perjalanan jarak jauh di Indonesia. Misalnya untuk pertandingan pekan depan di Papua, yang berjarak lebih dari 2.000 mil dan perjalanan akan dilalui selama 3 jam ke Bandara di Jakarta, melewati perjalanan indah di Jawa Barat, dengan total selama 7 jam perjalanan dengan hanya dua kali berhenti.
Debutnya di awal musim hampir dilakukan tanpa penonton, setelah kerusuhan di pertandingan sebelumnya di Bandung. akhirnya izin diberikan namun terbatas hanya untuk 6.000 orang penonton. Di pertandingan lain, di Kalimantan, seorang pemain dipecat karena memukul dan menendang wasit.
Ada juga masalah tim. Bandung FC memenangkan pertandingan terakhir mereka, namun kemenangan pertama dari 9 pertandingan tetap memosisikan mereka di posisi 19 dengan 4 poin.
Lee Hendrie akan berada di Bandung FC dalam jangka panjang. Dia telah menandatangai kontrak dua tahun, dan dikabarkan sebagai pemain tertinggi dengan bayaran sebesar US $ 550,000 (340,000 Poundsterling) per tahun, dan telah membawa anak-anaknya ke sini. Klub telah menunjuk dia sebagai duta sepakbola untuk pembinaan dan pengembangan generasi muda. Hendrie akan menjadi teladan bagi pemain lain mengingat pengalaman bermain di liga terbaik dunia.

Kalah 1-0 dari Bali Devata, Bandung FC Gigit Jari

Tim Laskar Siliwangi kembali harus menelan kekalahan untuk yang ke delapan kalinya. Melawan Bali Devata, Bandung FC kalah 1-0 setelah Jun Hee Bok berhasil menyarangkan gol dalam pertangdingan di Stadion Siliwangi, Sabtu (26/3/2011).
Pelatih Bandung FC Budiman Yunus mengaku kecewa dengan permainan Bandung FC yang telah bermain dalam 10 pertandingan. Menurutnya, tim asuhannya itu bermain tidak lepas.
"Anak-anak mainnya tidak lepas. Padahal ini mainnya di kandang sendiri, seharusnya bisa lepas. Tapi ya itulah main bola," ujar Budiman saat ditemui usai pertandingan.
Ia mengaku, keluarnya Lee Hendrie sedikit banyak memperngaruhi permainan tim. Budiman mengatakan, Lee Hendrie baru tiba di Indonesia sehari sebelum pertandingan sehingga dinilai tidak fit.
"Keluarnya Lee Hendri membuat alur serangan jadi terganggu. Dia baru nyampe Indonesia Kamis malam," katanya.
Budiman mengatakan akan memperbaiki kualitas timnya agar dapat meraih poin dalam setiap pertandingan. "Ke depan anak-anak harus lebih disiplin lagi. Dalam setiap pertandingan tidak boleh cepat berpuas diri," katanya. (26/3/2011)

Bandung FC Didukung Wagub Jabar

Nuansa politis kini merasuk ke dalam Liga Primer Indonesia (LPI). Salah satu wakil LPI, Bandung FC mendapat dukungan Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat Dede Yusuf.
Dede yang juga salah seorang aktris kondang berjanju mendukung penuh Bandung FC sebagai wakil Jawa Barat di Liga Primer Indoenesia (LPI). Wagub juga akan terus memantau prestasi Bandung FC hingga enam bulan ke depan. Jika berhasil naik peringkat, Wagub menunggu kedatangan Bandung FC ke Gedung Sate.
Jajaran Manajemen Bandung FC pun langsung diterima di ruang kerja Wagub di Gedung Sate, Rabu (23/3/2011). Dalam momen tersebut, Wagub didampingi Kadispora Jawa Barat, Daud Achamd. Sementara dalam audensinya, itu Bandung FC dipimpin langsung Direktur Bandung Indonesia Gosport (BIG) dan CEO Bandung FC, Muhammad Kusnaeni.
Dede berharap, keberadaan Bandung FC bisa mendongkrak persepakbolaan sekaligus sebagai wadah bagi para pemain berbakat yang ada di Jawa Barat. Bahkan, dia menyarankan agar Bandung FC tidak menjadi klub sepakbola local list.
"Artinya, Bandung FC jangan hanya diperuntukan bagi pecinta sepakbola di Bandung, jangan hanya milik warga Bandung. Usahakan, Bandung FC bisa dikenal ke seluruh Jawa Barat. Gunanya sangat bagus untuk meningkatkan sisi marketingnya sebagai tim yang berdiri sendiri," jelas Dede.
Menurutnya, pengelolaan manajemen sudah sangat profesional dimana konsep yang dipakai Manajemen Bandung FC sudah benar sesuai dengan misi dan visi pengelolaan sebuah klub sepakbola.
"Namun alangkah baiknya, jika Bandung FC menerapkan segi pemasaran yang baik. Buat diferensiasi yang jelas dengan klub-klub yang sudah mapan yang ada di Bandung. Ajak klub-klub tersebut untuk mengadakan even-evan dan marketing bersama. Ini untuk lebih menegaskan kalau nama Bandung FC sebagai klub swasta dan bukan milik Pemda," jelasnya.
Dede mmengaku sejak Bandung FC main di kandang di Stadion Siliwangi dia berkali-kali ingin menyaksikan Lee Hendrie dan kawan-kawan tampil. Pada kesempatan lain, Dedemenjanjikan lagi, akan menyempatkan hadir.
"Tetapi, tolong perbaiki dulu prestasi Bandung FC dalam enam bulan ke depan. Kalau enam bulan nanti sudah bagus silahkan datang ke saya, undang saya siap mendukunng dan akan hadir di setiap pertandingan," katanya.
Sementara itu, CEO Bandung FC, Muhammad Kusnaeni menyambut gembira apa yang dijanjikan Wagub Jabar itu. Menurut Kusnaeni, pihak akan mengapresiasikan apa yang diinginkan Wagub seperti membina pemain-pemain berbakat dan memberikan prestasi bagi daerah.
"Saat ini fokus kami adalah memperbaiki dulu prestasi dan performa tim yang masih berada di peringkat bawah. Mudah-mudahan apa yang diinginkan Wagub bsia terealisasi dan kami manajemen akan kembali melaporkan kepada Wagub ketiak tim sudah berada dalam kondisi yang lebih baik pada pertenagan tahun nanti," katanya.
Kusnaeni berharap, pertemuan tersebut menjadi pemicu dan motivasi bagi jajaran tim untuk cepat keluar dari keterpurukan. (25/3/2011)

Fisik Pemain Bandung FC Mengendur

Mengandalkan seluruh pemain lokal, Bandung FC hanya bermain tanpa gol dengan klub lokal Ps BTN Purwakarta dalam sesi uji coba yang digelar di Stadion Purnawarman, Kamis Sore (17/3/2011).
Laga uji coba tersebut dianggap tidak berjalan secara maksimal. Kondisi lapangan tidak mendukung sehingga sulit bagi para pemain untuk mengembangkan permainan, serta kondisi fisik pemain tidak yang tidak fit 100 persen akibat libur selama tiga hari. 
"Kedua faktor itulah yang menganggu permainan anak-anak kurang maksimal. Ini uji coba jadi semua terlihat jelas mana yang harus diperbaiki," kata Wakil Manajer Bandung FC Fajar Syahbana saat dihubungi, Jumat (18/3/2011).
Menurutnya, program uji coba akan kembali digelar. Pasalnya, sangat penting bagi pemulihan fisik pemain terlebih setelah menjalani masa libur. Pihak manajemen Bandung FC juga telah menekankan kepada jajaran pelatih untuk memberikan porsi latihan kepada pemain.
"Uji coba ini akan dijadikan pelajaran sekaligus bahan evaluasi bagi pertandingan ke depan. Hal ini jangan sampai terjadi saat Bandung FC bertanding dalam pertandingan yang sesungguhnya," ungkapnya.
Pada uji coba tersebut, pelatih sementara Budiman Yunus menurunkan para pemain lokal di babak pertama. Memasuki babak kedua, sejumlah pilar asing baru mulai diturunkan yakni Perry N Sommah, Michael Nbuisi dan Javad Moradi. Sedangkan Lee Hendrie dan Kim Sang Duk tidak hadir karena masih berada di negaranya.
Program latihan selanjutnya akan difokuskan kepada peningkatan fisik dan stamina. Hal itu disebabkan setelah Yaris Riyadi dan kawan-kawan baru menjalani liburan sehingga fisik para pemain sedikit mengendur.
"Soal uji coba nanti akan dibicarakan lagi antara pelatih dan jajaran manajemen. Dari manajemen inginnya ada program uji coba lagi untuk melihat sejauh mana kesiapan tim menjelang pertandingan berikutnya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat soal fisik pemain ini akan kembali pulih yang akan diarahkan oleh pelatih fisik khusus," tandasnya. (18/3/2011)

Lee Hendrie Pulang Kampung

Pemain bintang Bandung FC Lee Hendrie pulang ke negerinya Inggris. Bersama pemain asing asal Korea Selatan Kim Sang Duk, yang juga berlibur karena pertandingan baru digelar 26 Maret mendatang. Keduanya juga tidak akan ikut dalam uji coba Bandung FC di Purwakarta, Kamis ini (17/3/2011). 
Kondisi demikian dimanfaatkan Laskar Siliwangi, julukan Bandung FC untuk mengoptimakan potensi pemain lokal lokal. Kemampuan mereka akan dipantau saat melakukan program try out pertama di Purwakarta menghadapi PS BTN dalam laga uji coba yang akan digelar di Stadion Purnawarman, Purwakarta.
Sementara, Javad Moradi (Irak), Perry N Sommah (Liberia) dan Michel Ndbuisi (Nigeria), belum muncul dalam latihan yang digelar di Pusdikjas, Cimahi Rabu (16/3/2011).
Menurut Wakil Manajer Bandung FC Fajar Syahbana, tanpa Lee Hendrie dan Kim Sang Duk yang sedang pulang ke negerinya, uji coba tersebut menjadi kesempatan untuk meningkatkan para pemain lokal yang belum pernah diturunkan sejak kompetisi dimulai.
"Jajaran pelatih akan fokus pada para pemain yang sering duduk di bangku cadangan. Pada try out yang pertama nanti akan menjadi kesempatan kita terutama pelatih untuk melihat potensi itu. Sayang, kalau mereka kita simpan terus," ungkap Fajar kepada wartawan.
Pada kesempatan latihan pertama pasca liburan hari ini, para pemain diinstruksikan Budiman Yunus sebagai persiapan untuk uji coba Kamis sore ini. Budiman yang menggantikan Nandar Iskandar berharap dapat mengasah kemapuan para punggawa lokalnya.
”Hari ini kita siapkan para pemain lokal untuk kita turunkan dalam uji coba nanti. Program ini sebagai pengisi ketika para pemain asing kita tengah pulang ke negerinya masing-masing. Harapan kami, semoga saja uji coba yang kita lakukan menjadi bekal kita menghadapi pertandingan berikutnya," jelasnya.
Tim akan berangkat ke Purwakarta besok siang. Usai uji coba tim akan kembali ke Bandung dan kembali berlatih sambil menunggu lawan tanding berikutnya.
"Selama kita libur uji coba akan kita lakukan untuk memberikan jam terbang kepada pemain lokal kita. Ini sangat penting mengingat tim butuh jam terbang dengan melawan dengan tim yang sepadan," tambahnya. (16/3/2011)

Darko Kecewa Gagal Merapat Ke Bandung FC

Harapan mantan pelatih Persib Bandung Darko-Daniel Janakovic untuk kembali ke Kota Kembang musnah sudah. Sebelumnya pelatih berkebangsaan Prancis itu sempat disebut sebagai salah satu kandidat kuat untuk menggantikan posisi Nandar Iskandar yang diistirahatkan Laskar Siliwangi pasca dihajar habis Bogor Raya 5-0.
Daniel mengaku telah jatuh cinta terhadap Bandung dan kegagalannya merapat ke Bandung FC membuatnya kecewa berat.
"Tentu saya kecewa, saya sudah jatuh cinta pada Bandung," kata Darko pada GOAL.com Indonesia.
"Saya ingin melatih sebuah klub dan pemain yang bisa bersikap profesional dalam suasana kondusif. Saya ingin membantu Bandung FC dan mengembangkan sepakbola di sana."
"Komunikasi dengan manajemen Bandung FC sudah terjadi, sayang tidak ada kesepakatan apapun, padahal saya bersedia melatih dengan nilai kontrak yang tidak terlalu besar di bawah yang pernah saya dapatkan bersama Persib," tandas Darko. (16/3/2011)

-goal-

Bandung FC Petik Kemenangan Pertama

Tim Bandung FC mengakhiri kebuntuan dengan meraih kemenangan pertama setelah mengalahkan Minangkabau FC 1-0 (0-0) pada lanjutan Liga Primer Indonesia (LPI) 2011 di Stadion Siliwangi Kota Bandung, Sabtu.
Gol kemenangan tim berjuluk "Laskar Siliwangi" itu dicetak oleh striker asal Liberis, Perry N`Somah menit ke-49 setelah melakukan kerjasama dengan Lee Hendrie.
Kemenangan perdana Bandung FC disambut suka cita oleh ribuan suporternya, Baraya yang menyaksikan pertandingan di stadion itu.
Tim yang saat ini ditangani pelatih sementara Budiman itu harus menunggu hingga pertandingan kesepuluh untuk mengemas kemenangan pertamanya. 
Sedangkan pada sembilan laga sebelumnya tim Bandung itu hanya meraih sekali seri dan delapan partai lainnya berakhir dengan kekalahan. Dengan hasil tersebut, Lee Hendrie dkk sementara mengemas empat poin hasil sekali menang, sekali seri dan delapan kali kalah.
Meski ditinggal pelatih kepala Nandar Iskandar yang diistirahatkan manajemen tim, namun justeru Bandung FC mampu memanfaatkan momen untuk meraih kemenangan. Bahkan seharusnya tim Bandung itu unggul lebih banyak gol, namun sejumlah peluang emas terbuang.
Trio Bandung FC, Lee Hendrie, Kim Sang Duk dan Perry N`Somah tampil lebih efektif dan berperan mengurung pertahanan Minangkabau FC. Puncaknya menit ke-49, Perry N`Somah memaksa kiper Agus Murod memungut bola dari gawan tim Padang itu.
Kemenangan bagi Bandung FC merupakan momen strategis untuk memberi keyakinan kepada suporter Baraya Bandung. Bahkan sebagian penonton sempat pesimistis tim Bandung itu bisa bangkit.
Namun Budiman yang bertindak sebagai arsitek sementara memberikan harapan Bandung FC masih bisa dimaksimalkan, termasuk peran Lee Hendrie yang semakin menunjukkan kelasnya.
Pertandingan yang dipimpin wasit M Taufik dari Bali berlangsung ketat dan diwarnai tujuh kartu kuning masing-masing empat kartu kuning bagi pemain Bandung FC dan tiga pada pemain Minangkabau FC. (12/3/2011)

Bogor Raya Benamkan Bandung FC

Striker Bogor Raya FC Oscar Allegre tampil cemerlang untuk membawa timnya meraih kemenangan telak 5-0 atas Bandung FC dalam pertandingan Liga Primer Indonesia [LPI] di Stadion Persikabo, Cibinong, Sabtu [5/3].
Kemenangan ini membawa Bogor Raya memperbaiki posisi mereka di klasemen sementara. Tim besutan John Irwandi ini naik ke peringkat 11 klasemen dengan nilai tujuh. Raihan poin itu sama dengan PSM Makassar dan Bintang Medan, namun Bogor Raya unggul selisih gol.
Sedangkan kekalahan telak itu semakin membuat Bandung FC terbenam di dasar klasemen sementara. Tim besutan Nandar Iskandar itu belum memperoleh satu pun kemenangan, sehingga baru mengoleksi satu poin hasil sekali imbang.
Dalam pertandingan ini, Bogor Raya mendominasi permainan. Sejumlah serangan dibangun tim tuan rumah untuk unggul lebih dulu. Memasuki menit ke-12, Bogor Raya mendapatkan hadiah penalti menyusul handsball Franki Mananohas. Andria Jucic yang ditunjuk sebagai eksekutor menunaikan tugasnya dengan baik.
Tertinggal satu gol, Bandung FC berusaha mengejar ketertinggalannya. Namun, serangan balik cepat yang dikembangkan Bogor Raya membuat pertahanan Bandung FC tidak berkutik. Tendangan jarak jauh Allegre memaksa kiper Kurnia Sandy memungut bola dari jalanya pada menit ke-27.
Lima menit sebelum babak pertama usai, Bogor Raya memperbesar keunggulannya. Allegre memberikan umpan kepada Jucic yang langsung menghujamkan bola ke gawang Bandung FC. Skor 3-0 ini menutup laga babak pertama.
Di babak kedua, Bogor Raya dan Bandung FC tetap memperagakan permainan menyerang. Pada menit ke-58, Bandung FC hampir memperkecil ketertinggalannya. Namun tendangan keras Lee Hendrie masih membentur mistar gawang.
Bogor Raya kembali memperbesar keunggulan pada menit ke-66. Setelah mendapat operan dari tumit Luciano, Allegre langsung melepaskan tendangan keras yang merobek jala Sandy.
Gol keempat ini membuat kubu Bandung FC terpukul. Kondisi ini dimanfaatkan tuan rumah untuk berpesta gol. Selang satu menit kemudian, Bogor Raya mendapatkan gol kelimanya melalui Luciano. Skor 5-0 ini bertahan hingga pertandingan usai. (5/3/2011)

Menang Di Siliwangi, Pelatih Tangerang Wolves Puji Bandung FC

Meski belum bisa menghadirkan kemenangan, Nandar meminta fans terus memberikan dukungan penuh.

Paolo Camargo
Duel tim papan bawah Liga Primer Indonesia antara Bandung FC dan Tangerang Wolves di Stadion Siliwangi, Bandung, Sabtu (26/2) malam WIB dimenangkan tim tamu dengan skor tipis 2-1.
Tampil dengan dukungan Baraya, sebutan suporter tuan rumah, Bandung FC sebenarnya tampil tidak mengecewakan. Tekanan demi tekanan sering mereka lancarkan tetapi kurang beruntung dalam penyelesaian akhir, sementara itu tim tamu praktis hanya mengandalkan serangan balik dan berhasil mencetak gol kemenangan berkat blunder kiper.
"Pertandingan berlangsung ketat, kedua tim bermain baik. Kami beruntung bisa memanfaatkan dua blunder yang dilakukan kiper [Rifi Nugraha]," kata pelatih Tangerang Wolves Paolo Camrago saat konferensi pers.
"Bandung FC memiliki potensi bertransformasi menjadi sebuah tim kuat. Aksi yang baru saja mereka perlihatkan layak mendapat acungan jempol," pujinya sambil menyalami pelatih Nandar Iskandar.
Sementara itu arsitek Bandung FC Nandar, menyesali gol Tangerang Wolves yang bersarang ke gawang timnya tetapi dia memuji kinerja tim yang mengalami peningkatan.
"Kami sebenarnya memiliki kesempatan menang, tetapi sayang terjadi kesalahan fatal di sektor belakang hingga lawan mampu membobol gawang dua kali," kata Nandar.
"Andai saja hal itu tidak terjadi, akhir cerita akan lain. Saya puas dengan permainan tetapi tidak dengan hasil akhir."
Pada kesempatan lain, Nandar mengaku gembira melihat antusias publik Bandung yang mulai menaruh perhatian pada tim berjuluk Laskar Siliwangi itu.
"Pendukung kami semakin banyak yang datang ke stadion, saya senang dengan fakta ini karena bisa membuat semangat pemain terlecut," imbuhnya.
"Kami memang belum bisa menghadirkan kemenangan bagi fans, tetapi saya berharap mereka terus memberikan dukungan penuh agar tim ini semakin matang dan berkembang," tandasnya.(27/2/2011)

-goal-